Detail Cantuman Kembali
rescheduling proyek pembangunan dermaga apung kapal selam menggunakan metode CPM dan PDM (studi kasus PT. WAG)
Dalam suatu proyek atau kegiatan pembangunan, baik pembangunan kapal maupun pembangunan konstruksi lainnya memiliki beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, untuk dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut secara cepat dan tepat dengan salah satunya yaitu menentukan penjadwalan atau yang sering kita sebut dengan schedule. Pada kondisi proyek pembangunan dermaga apung PT. WAG mengalami keterlambatan dari jadwal yang sudah ditetapkan. Hal ini di sebabkan PT. WAG ini belum menggunakan metode – metode penjadwalan yang ada dalam menentukan waktu yang dibutuhkan. Selama ini perusahaan ini hanya menggunakan cara yang manual atau berdasarkan pengalaman untuk menentukan waktu atau durasi. Keterlambatan yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan masalah yang cukup serius maka pembangunan proyek tersebut perlu adanya penjadwalan ulang guna memangkas keterlambatan proyek yang terjadi di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah mencari waktu yang singkat dalam penjadwalan ulang pembangunan dermaga apung dengan pendekatan metode CPM dan PDM dengan cara membandingkan kondisi existing dengan hasil reschedule menggunakan CPM dan PDM yang telah dibuat peneliti. Hasil Rescheduling dengan menggunakan metode CPM pada Penjadwalan A yaitu 87 hari Penjadwalan B 84 hari dan penjadwalan C 76 hari. Pada metode PDM Penjadwalan A yaitu 87 hari Penjadwalan B 84 hari dan penjadwalan C 76 hari. Hasil perbandingan kedua metode maka didapatkan presentase selisih durasi pembangunan proyek dermaga apung kapal selam yaitu CPM dengan PDM sebesar 0% disetiap model penjadwalan. Untuk metode CPM dan PDM dengan kondisi existing pada penjadwalan model A sebesar 8,43%, model B sebesar 11,58% dan model C sebesar 20%.
621.23.18 Don r
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2023
Surabaya
xi, 63 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







